Thursday, January 28, 2016

Terapi Agar Anak Tidak Takut Pada Matematika

Paparan berulang dapat membuat anak merasa lebih dapat mengontrol situasi yang melibatkan penyelesaian soal matematika

Tidak sedikit dari kita saat sekolah punya ketakutan terhadap pelajaran matematika. Studi baru yang diterbitkan di jurnal Neuroscience meneliti anak-anak dengan kecemasan terhadap matematika dan menemukan les dapat mengubah sirkuit ketakutan di otak mereka.

Menariknya, perubahan ini bukan karena peningkatan kemampuan matematika. Kecemasan tak berpengaruh pada kinerja menurut studi ini. Tak ada perbedaan antara bagaimana kinerja anak dengan kecemasan tinggi atau rendah sebelum dan setelah les.

"Kita sekarang dapat mengatakan perbedaan-perbedaan ini tidak benar-benar terkait dengan perbedaan kinerja," kata profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari Stanford University School of Medicine sekaligus ilmuwan penelitian ini, Vinod Menon.

"Tetapi perbedaan itu ada hubungannya dengan kecemasan yang memberi informasi mekanisme cara kerjanya," katanya.

Antara 17-30 persen anak usia SD dan SMP di AS memiliki ketakutan terhadap matematika. "Menyemplungkan anak-anak ini ke hal yang mereka takuti seperti matematika sama dengan memberi terapi eksposur," kata Menon.

Tuesday, November 3, 2015

Membuat Kartu Ujian dengan Mail Merge dan Excel

Dalam artikel ini, saya akan berbagi pengalaman cara membuat kartu dengan menggunakan fasilitas mail merge Microsoft Word. Mengapa menggunakan mail merge?  Karena jumlah kartu yang harus saya buat cukup banyak, yaitu 878 kartu. Pengalaman saya ini berkaitan dengan tugas saya sebagai panitia Ulangan Tengah Semester di sekolah. Saya bertugas membuat kartu ujian sejumlah 878 kartu, tentunya melelahkan kalau harus input data dan mencetak satu per satu.

Untuk membuat kartu ujian secara massal menggunakan mail merge ada 2 file yang harus disiapkan
1. File format kartu yang dibuat menggunakan tabel (*.doc), contohnya disini
2. File biodata yang tercantum di kartu (*.xls), contohnya disini

Saya menggunakan kedua file di atas untuk dijadikan screenshot pada tutorial supaya lebih mudah. Berikut langkah-langkah pembuatannya
1. Buatlah format kartu ujian dengan menggunakan tabel, pada contoh ini saya membuat 6 kotak kartu dan cukup diisi satu dulu


Tuesday, October 6, 2015

Kurikulum 2013, Apa Esensinya?

Satu hal yang cukup menarik untuk dibicarakan dalam dunia pendidikan saat ini adalah Kurikulum 2013, kurikulum yang diberi nama sesuai dengan tahun kelahirannya. Ada begitu banyak topik yang bisa dibicarakan ketika membahas hal ini. Mulai dari guru yang jamnya berkurang, atau yang justru bertambah, instrumen penilaian yang semakin rumit, materi yang tingkat kesukarannya dianggap semakin tinggi, sampai dengan belum jelasnya materi UN karena ada 2 kurikulum yang diterapkan di negara ini (KTSP 2006 dan Kurikulum 2013).

Atas izin Allah SWT, saya termasuk orang yang berkesempatan menyambut lahirnya Kurikulum 2013 lebih awal. Sampai dengan artikel ini ditulis, saya sudah mengikuti 5 kali pelatihan yang berkaitan langsung dengan implementasi Kurikulum 2013. Masing-masing di tahun 2013, 2014, dan 2015. Secara materi memang tidak ada perubahan yang begitu signifikan dari kelima pelatihan yang saya ikuti. Secara konseptual, Kurikulum 2013 memiliki keunggulan tersendiri karena bertujuan menciptakan generasi yang unggul dalam sikap spritual dan sosial, memiliki wawasan iptek, dan kreatif. Kompetensi tidak lagi diturunkan dari mata pelajaran (mapel), namun dari kebutuhan masyarakat/ global/ pasar. Sebaliknya, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi. Ini bisa dipahami, bahwa porsi mata pelajaran bisa ditambah, dikurangi, atau bahkan dihilangkan sesuai dengan tuntutan kompetensi yang ingin dicapai.

Wednesday, February 11, 2015

Ndilalah..

Di mana ada kemauan di situ ada jalan, ungkapan bijak yang diterjemahkan dari "where there's a will there's a way" memiliki makna bahwa apabila kita memiliki keinginan maka disitu akan ditunjukkan jalan untuk meraihnya. Di dalam hadits Qudsi pun Allah berfirman "Aku berada pada sangkaan hamba-Ku, Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku,...".

Apa yang saya tulis di atas merupakan petunjuk bahwa dalam hidup ini kita harus memiliki keinginan atau harapan yang jelas. Sebisa mungkin keinginan tersebut adalah keinginan yang baik karena pada hakikatnya keinginan akan mengantarkan kita untuk berdoa supaya keinginan tersebut bisa terwujud.

Nah, pada kesempatan ini saya ingin menceritakan pengalaman rekan kerja saya di sekolah yang bernama  Agus. Teman saya ini di sekolah akrab disapa Pak Agus selain menjadi guru juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Humas. Suatu ketika kami terlibat dalam kepanitiaan penyambutan tamu dari Palembang. Sebagai panitia kami ingin supaya kegiatan kami bisa diliput media, namun selama ini sekolah belum mempunyai link dengan media cetak maupun elektronik di Jogja. Sebenarnya kami bisa saja audiensi atau mengundang wartawan secara prosedural, namun tentu beda kalau wartawannya adalah teman sendiri.

Tuesday, December 23, 2014

Makna Istilah "Metakognitif" pada Kurikulum 2013

Semenjak diberlakukannya Kurikulum 2013 di negeri ini, muncul istilah baru  pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yakni istilah "metakognitif". 
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan,  teknologi, seni,  dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,  dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian.
Lalu apa makna dari istilah ini?